SEMINAR NASIONAL DENGAN TEMA “ECONOMIC OUTLOOK 2018 : KEBIJAKAN DAN STRATEGI (FISKAL, MONETER, PERBANKAN DAN SEKTOR RIIL di ERA EKONOMI DIGITAL)”

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan Seminar Nasional “Economic Outlook 2018: Kebijakan dan Strategi (Moneter, Fiskal, Perbankan dan Sektor Riil di Era Ekonomi Digital)”, pada hari Rabu, 10 Januari 2018  Jam 08.00 – 13.00 WIB di Ballroom Isyana, Hotel Bumi Surabaya, Jl. Basuki Rachmat 106-128 Surabaya.

Acara seminar ini diawali oleh sambutan Ketua ISEI Cabang Surabaya, Dr. Eko Purwanto, SE, M.Si dan sambutan Ketua Umum PP-ISEI, Prof. Dr. Muliaman D Hadad yang sekaligus membuka acara seminar. Selesai sambutan pembukaan, dilanjutkan dengan Keynote speech oleh Dr. Soekarwo, SH, M.Hum (Gubernur Jawa Timur) dengan tema: “Ekonomi Jatim di Era Ekonomi Digital”.

Read more...

WORKSHOP DENGAN TEMA “MANAJEMEN PENGELOLAAN JURNAL DAN PELATIHAN PENGGUNAAN OJS & DOAJ”

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Surabaya telah menyelenggarakan Workshop dengan tema “Manajemen Pengelolaan Jurnal dan Pelatihan Penggunaan OJS & DOAJ”, pada hari Rabu – Jum’at, 2 – 4 Agustus 2017 di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya, Jl. Raya Kalirungkut Surabaya.

 

Acara workshop ini dibuka pada hari Rabu malam, 2 Agustus 2017, diawali oleh sambutan Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya, Suyanto, SE, M.Ec. Dev., Ph.D dan sambutan Ketua ISEI Cabang Surabaya, Dr. Eko Purwanto, SE, M.Si yang sekaligus membuka acara workshop. Selesai sambutan pembukaan, dilanjutkan “Sharing tentang Kiat Menulis di Jurnal Bereputasi Scopus”, dengan pemateri: Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga). Acara pembukaan workshop selesai pada pukul 20.30.

Read more...

PEMBERIAN SEMBAKO BAGI MASYARAKAT KURANG SEJAHTERA BULAN RAMADHAN 1438 H

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Bank Jatim telah menyelenggarakan Kegiatan Pemberian Sembako Bagi Masyarakat Kurang Sejahtera Bulan Ramadhan 1438 H, pada hari Rabu, 21 Juni 2017  jam 10.00 – 12.00 WIB di Sekretariat ISEI Cabang Surabaya, Jl. MH. Thamrin 12 Surabaya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian paket sembako sebanyak 230 paket yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu di Kota Surabaya, meliputi wilayah Wonorejo, Nginden Jangkungan, Tenggilis Mejoyo, Kedung Doro serta para asisten rumah tangga di wilayah Jl. M.H. Thamrin, dan Jl. WR. Soepratman Surabaya. Satu paket sembako terdiri dari :

Read more...

SEMINAR PROSPEK INVESTASI PADA BURSA EFEK INDONESIA PASCA INVESTMENT GRADE STANDARD & POOR 2017

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Surabaya menyelenggarakan Seminar dengan tema “Prospek Investasi Pada Bursa Efek Indonesia Pasca Investment Grade Standard & Poor 2017”,  pada hari umat, 02 Juni 2017 Jam 14.00 – 17.00 WIB di Kantor Perwakilan BEI Surabaya, Jl. Basuki Rahmat No. 46 Surabaya. Seminar tersebut menampilkan dua orang pembicara, yaitu Edwin Sebayang  (Head of Research MNC Securities, Jakarta) dan Haryajid Ramelan (Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia, CSA Institute), dipandu oleh moderator: Sautma Ronni B., SE, ME (Ketua Bidang Organisasi ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur). Acara seminar ini diawali dengan sambutan pembukaan oleh Ketua ISEI Cabang Surabaya Koodinator Jawa Timur, Dr. Eko Purwanto, SE, M.Si.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh adanya berita di media bahwa pada tanggal 19 Mei 2017, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) akhirnya menaikkan peringkat utang Indo¬nesia dari BB+ menjadi BBB- yang berarti sudah masuk investment grade dan berpros¬pek stabil. Kenaikan peringkat ini diberikan karena adanya perbaikan pada sejumlah indikator makro ekonomi dan proyeksi ekonomi Indonesia ke depan yang diperkirakan semakin membaik.

Kenaikan peringkat ini merupakan berita yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat belakangan ini. Hal ini karena sebelumnya masyarakat mempertanyakan mengapa S&P masih menunda per¬ingkat investment grade untuk Indonesia. Padahal peringkat layak investasi tersebut telah diberikan Fitch Ratings pada bulan Desember 2011, Moody’s Investors Service pada bulan Januari 2012, Japan Credit Rating Agency pada bulan Juli 2010, dan Rating & Investment pada bulan Oktober 2012. 

Oleh karena itu, pemberian peringkat BBB-/stable outlook oleh S&P tersebut, dengan segera direspon secara positif oleh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tanggal 19 Mei 2017, ditutup dengan kenaikan 146,43 poin (+2,59 persen) pada level 5.791,884 dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,3 triliun.  Sentimen positif kenaikan peringkat tersebut telah mendorong kenaikan IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah kalangan menilai bahwa status BBB-/stable outlook ini berdampak sangat positif bagi perekonomian Indonesia. Para investor akan me¬mpercayakan dananya untuk diinvestasikan di Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo pada tanggal 29 Mei 2017 di Kompleks BI, Jakarta Pusat mengatakan bahwa pasca Standard & Poor's menaikkan status Indonesia pada level investment grade, aliran modal yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 108 triliun. Padahal pada Periode yang sama tahun lalu hanya mencapai Rp 62 triliun. Hal ini merupakan peningkatan yang cukup besar. 

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong memperkirakan adanya dana sebesar US$ 5-10 miliar akan masuk ke Indonesia dalam 1-2 tahun mendatang setelah Standard & Poor's (S&P) menaikkan peringkat layak investasi Indonesia. Dana sebesar itu setara dengan Rp 70-130 triliun aliran modal yang masuk ke Indonesia akibat adanya upgrade dari S&P.

Kenaikan peringkat yang diberikan oleh S&P kepada Indonesia tersebut juga berdampak pada semakin berkembangannya pasar obligasi pemerintah dan penurunan biaya bunga utang, sehingga dapat meringankan beban anggaran pemerintah. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa Investor global seringkali hanya tertarik untuk membeli surat utang atau obligasi yang berada di peringkat zona “layak investasi”. Oleh karena itu, kenaikan peringkat ini membuka pintu yang lebih lebar bagi pembelian surat utang pemerintah Indonesia oleh para pemilik dana dan pemain global. Pada tanggal 19 Mei 2017, beberapa menit setelah kenaikan peringkat tersebut diumumkan, terjadi peningkatan pembelian surat utang pemerintah. Akibatnya, bunga utang pemerintah turun 0,15-0,20 persen ke tingkat 6,9 persen.

Status BBB-/stable outlook ini juga diharapkan akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sejumlah sentimen positif tersebut diperkirakan akan dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% pada tahun 2017, dibandingkan tahun 2016 yang hanya tumbuh sebesar 5,02 persen.

Mencermati berbagai hal tersebut, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Surabaya menyelenggarakan Seminar “PROSPEK INVESTASI PADA BURSA EFEK INDONESIA PASCA INVESTMENT GRADE STANDARD & POOR”.

 

WORKSHOP “PENGEMBANGAN DAN PENYELARASAN MATERI AJAR BERBASIS KKNI”

Forum Dosen Ekonomi Surabaya (FORDES) - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah menyelenggarakan Workshop “Pengembangan  dan Penyelarasan Materi Ajar Berbasis KKNI”, pada hari Selasa, 11 April 2017 jam 08.00 – 15.30 WIB di Universitas 17 Agustus 1945, Jl. Semolowaru 45 Surabaya.

Acara workshop ini diawali oleh sambutan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945  Surabaya,  Dr. Sigit Sardjono, M.Ec dan sambutan Ketua ISEI Cabang Surabaya, Dr. Eko Purwanto, SE, M.Si yang sekaligus membuka acara workshop. Selesai sambutan pembukaan, dilanjutkan Keynote Speech oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII. 

Workshop “Pengembangan  dan Penyelarasan Materi Ajar Berbasis KKNI” dimulai pukul 12.30, yang dibagi  dalam tiga bidang ilmu, yaitu manajemen, akuntansi dan ekonomi pembangunan. Pemateri untuk bidang manajemen yaitu: (1) Dr. Nanis Susanti, MM, (2) Drs. Ec. Johny Rusdiyanto, MM, (3) Dr. Iramani, SE, M.Si, (4) Ulfi Pristiana, SE., M.Si. Pemateri untuk bidang akuntansi yaitu: (1) Prof.Dr. Tri Ratnawati, M.Si.Ak.CA, CPAI, (2) Dr. Eni Wuryani, SE, M.Si. Pemateri untuk bidang ekonomi pembangunan yaitu: (1) Dr. Sigit Sardjono, M.Ec. (2) Firman Rosjadi, SE, MT.

Kegiatan workshop ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi yang merupakan rencana pembelajaran menyeluruh yang diberikan oleh sebuah lembaga pendidikan tinggi atau jurusan/program studi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional harus selalu disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan yang ada, baik perubahan peraturan maupun perkembangan kebutuhan masyarakat pengguna lulusan. Jika hal ini dilakukan, diharapkan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi dan tingkat penerimaan yang tinggi di dunia kerja. 

Terkait perubahan peraturan, selama tahun 2012 telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang mengatur Kerangka Penjenjangan Kualifikasi Kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sector dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengatur Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT), yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat. Undang-Undang ini kemudian ditindaklanjuti dengan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi.  Dengan demikian, kurikulum yang ditawarkan oleh lembaga atau program pendidikan tinggi harus segera disesuaikan, mengingat kurikulum berbasis SNPT dan berorientasi KKNI ini sudah diberlakukan pada tahun akademik 2016.

Sejalan dengan hal tersebut, maka lembaga pendidikan tinggi mulai dari pimpinan fakultas, ketua program studi, dan para dosen yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran tentu saja harus segera mulai mempersiapkan diri melakukan penyesuaian terhadap kurikulum dan materi ajar untuk masing-masing mata kuliah yang selama ini sudah diterapkan. 

Berkaitan dengan hal itu, maka Forum Dosen Ekonomi Surabaya (FORDES) - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan Workshop “Pengembangan  dan Penyelarasan Materi Ajar Berbasis KKNI”. Sebuah workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kesamaan pemahaman dan persepsi tentang silabi mata kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan sehingga mampu memberikan kontribusi meningkatkan kualitas pengajaran sesuai standar yang ditetapkan dalam KKNI. Workshop ini dihadiri oleh para dosen di jurusan (program studi)  Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Acara workshop diakhiri pada pukul 15.00.