SILATURAHMI, HALAL BI HALAL 1441 H KELUARGA BESAR ISEI CABANG SURABAYA DAN SHARING KNOWLEDGE DENGAN TOPIK “TATANAN EKONOMI DUNIA MASA PANDEMI DAN NEW NORMAL PASCA PANDEMI COVID 19”

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur telah menyelenggarakan Silaturahmi, Halal Bi Halal 1441 H Keluarga Besar ISEI Cabang Surabaya dan Sharing Knowledge dengan topik “Tatanan Ekonomi Dunia Masa Pandemi dan New Normal Pasca Pandemi Covid 19” pada tanggal 13 Juni 2020 secara daring melalui media google meet. Kegaiatan ini memiliki beberapa tujuan sbb: (1) Sebagai ajang silaturahmi diantara Pengurus dan Anggota ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur, (2) Membangun rasa kebersamaan dan kerukunan serta toleransi di lingkungan  Keluarga Besar ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur, (3) Memberikan wawasan tentang “Tatanan Ekonomi Dunia Masa Pandemi dan Pasca Pandemi Covid 19”.

Acara ini diawali dengan sambutan Ketua ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur, Dr. Eko Purwanto, SE, M.Si sampai pukul 14.10, dilanjutkan dengan tausiyah dan do’a oleh Dr. H. Ah. Ali Arifin, MM (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya) hingga pukul 14.25. Acara selanjutnya adalah Sharing knowledge  dengan tema “Tatanan Ekonomi Dunia Masa Pandemi dan New Normal Pasca Pandemi Covid 19” dengan narasumber Prof.Dr. Muliaman D. Hadad, Ketua Umum PP-ISEI Periode 2015-2018 yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Swiss. Acara sharing knowledge ini dipandu oleh Ferdian Timur Satyagraha, B.Com., M.Com, PGS. Direktur Utama PT. Bank Jatim, Tbk, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kelembagaan dan Pendanaan ISEI Cabang Surabaya.

Dalam materi presentasinya yang berjudul “From Crisis to More Inclusive Recovery”, Prof.Dr. Muliaman D. Hadad menjelaskan tentang 3 hal, yaitu: Crisis and Its impact (krisis dan dampaknya), Bridge to the New Normal (jembatan menuju new normal), dan More Inclusive Recovery:  SMEs. Secara detail beliau memaparkan bagaimana dampak Covid-19 ini terhadap kondisi perkonomian dunia. Menurut beliau, kondisi ekonomi global saat ini lebih buruk daripada saat krisis keuangan global tahun 2008. Beliau juga memaparkan bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menuju kenormalan baru. Prof. Muliaman menyatakan bahwa dampak negatif dari Covid 19 ini juga menimpa UMKM di Indonesia. Hal ini berbeda dengan pada saat krisis moneter tahun 1997-1998 dan krisis keuangan global tahun 2008 dimana UMKM kita dapat menjadi katub penyangga dan pengaman perekonomian Indonesia karena UMKM mampu bertahan dan justru berkembang saat kedua krisis tersebut berlangsung. Beliau memberikan alternatif solusi untuk menciptakan pemulihan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan kinerja UMKM.    

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta dari berbagai kalangan, antara lain:  Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, pimpinan BUMN, pimpinan perusahaan swasta, Bank Jatim, dan pengurus/anggota ISEI Cabang Surabaya serta Pengurus ISEI Cabang yang ada di Jawa Timur (Malang, Jember, Banyuawangi, dan Madura).