Office :
Jl. M.H. Thamrin 12 Surabaya 60264
Telp. (031) 5684955, 5683021
Fax. (031) 5684955, 5676475

Laporan Kegiatan

SEMINAR INTERNASIONAL DAN 1ST SATELITE SEMINAR CORE TO CORE PROGRAM DENGAN TEMA “POTENTIAL OF EAST JAVA MICROBES FOR NEW WORLD BIO-RESEARCH FIELDS TO REDUCE PRODUCTION COST, INCREASE PRODUCTIVITY AND SUPPORTING NATIONAL INDEPENDENCE”

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang telah menyelenggarakan Seminar Internasional dan 1st Satelite Seminar Core to Core Program dengan tema Potential of East Java Microbes for  New World Bio-Research Fields to Reduce Production Cost, Increase Productivity and Supporting National Independence”,pada hari Kamis & Jum’at, 7 - 8 Agustus 2014 jam 08.30 – selesai di Ruang Bromo, Lt. 5, Bank Jatim, Jl. Basuki Rahmat 98 - 104 Surabaya.

 

Seminar internasional ini  menampilkan keynote speaker,Gubernur Jawa Timur, yang diwakili oleh Kepala Balitbang Propinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Priyo Darmawan, M.Sc.  Sedangkan pembicaranya adalah sbb: 

1. Prof. Dr. Teguh Sudarto (Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur)

2. Prof. Dr. Sehanat Prasongsuk (Chulalongkorn University)

3. Dr. Anton Muhibuddin (Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang)

4. Prof. Dr. Mamoru Yamada

5. Assist. Prof. Dr. Tomoyuki Kosaka (Yamaguchi University)

6. Prof. Dr. Hiroshi Sato (Yamaguchi University)

Kegiatan seminar ini dilatarbelakangi oleh perkembangan bioteknologi di dunia saat ini yang sudah sangat pesat dan menjadi program prioritas di beberapa negara maju. Perkembangan bioteknologi di Jepang sebagai contohnya, tercatat paling pesat diantara beberapa negara lain di Asia, termasuk Korea Selatan, China, dan India. Pesatnya perkembangan bioteknologi ini tak lain karena dukungan financial yang memadai dari tiap-tiap Negara.

Perkembangan bioteknologi di satu bangsa, berdampak pada daya dukungnya terhadap perkembangan ekonomi suatu bangsa. Karena, selain sebagai problem solver masalah-masalah krusial di beberapa bidang di suatu negara, bioteknologi juga memberikan peningkatan efisiensi yang pesat dalam industri.

Indonesia, dengan Universitas Brawijaya sebagai coordinator, sejak tahun 2014 tergabung dalam Core to Core Program, suatu program kerjasama penelitian internasional dalam bidang bioteknologi dan lingkungan yang beranggotakan tujuh negara, yakni Indonesia, Jepang, Thailand, Vietnam, Laos, Jerman, dan UK. Universitas Brawijaya, dalam hal ini merupakan coordinator seluruh perguruan tinggi di Indonesia, dan beberapa perguruan tinggi di Negara lain di sekitarnya.

Keuntungan keterlibatan Indonesia dalam program CCP ini adalah memiliki peran yang strategis dalam penyusunan dan penentuan road map penelitian yang digagas bersama antar anggota CCP. Sementara itu, keunggulan Indonesia dalam hal kekayaan biodiversitas menjadikannya dominan dalam membangun kerangka pengembangan riset dan teknologi.